Penyerangan Terhadap Novel Baswedan

Dunia maya tengah ramai dengan tagar yang membela salah satu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Pasalnya, minggu lalu Novel diserang oleh orang tak dikenal, akibatnya kini Novel harus terbaring di rumah sakit dan menjalani sejumalah perawatan intensif . Peristiwa ini langsug menjadi viral dan menarik banyak simpati.

Kronologi Penyerangan Novel Baswedan

Selasa (11/4), subuh pukul 05:10 WIB penyidik KPK untuk kasus mega korupsi e-KTP, Novel Baswedan, diserang oleh dua orang tak dikenal seusai sholat subuh di Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku penyerangkan menyiram Novel dengan air keras, akibatnya Novel Togel Online mengalami luka di bagian wajah dan bengkak kelopak kiri bawah matanya serta bengkak di dahi akibat menabrak pohon.

Menurut saksi mata, kedua pelaku seperti sudah menunggu Novel menunaikan sholat subuh sebelum akhirnya mereka menyerang Novel. Dari hasil keterangan saksi mata, kedua pelaku telihat berada tidak jauh dari rumah Novel. Warga sekitar yang melihat kejadian pun segera menolong Novel dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Keluarga pada pukul 06:00 WIB.

Emil, istri dari Novel Baswedan setelah mengatarkan sang suami ke rumah sakit langsung menghubungi beberapa mitra dan kolega sang suami di komisi antikorupsi untuk mengabarkan kejadian tersebut. Paginya, beberapa pejabat Judi Bola dan politikus yang pernah disidik oleh Novel datang menjenguk. Sedangkan rekan-rekannya sesama penggiat antikorupsi seperti Agus Raharjo, Busyro Muqodas,  Indiarto Seno Adji, Usman Hamid, Haris Azhar dan Kapolri Jendral Tito Karnavian secara bergantian terus berdatangan. Terlihat pula ketua DPR Setya Novanto datang untuk menjengguk, namun ditolak oleh istri serta pihak KPK karena dianggap memiliki kepentingan terkait dengan kasus mega korupsi e-KTP yang tengah disidik oleh Novel Baswedan.

Akibat dari siraman air keras tersebut, seputar matanya menggelap, pengelihatannya pun hanya tinggal 10% sehingga pihak rumah sakit harus menetesi matanya setiap beberapa menit sekali. Sore harinya, Novel dipindahkan ke Jakarta Eye Centre (JEC) untuk mendapatkan perawatan mata. Namun tak sampai satu hari pihak keluarga dan KPK memutuskan untuk membawa Novel ke Singapura untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Polisi Mengusut Pelaku

Kombes Argo Yuwono, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengatakan bahwa tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan terhadap dua orang penyerang Novel Baswedan (minggu,16/4). Menurut Argo, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas orang yang diduga menyerang Novel beberapa waktu lalu.

Dari hasil rekaman CCTV di rumah Novel, polisi melakukan pengamatan kepada beberapa orang yang diduga telah menguntit Novel selama kurun waktu satu bulan. Beberapa foto didapatkan pihak polisi dari Novel dan Domino qiu qiu kemudian foto-foto tersebut diberikan untuk dilihat oleh 16 saksi pada waktu kejadian.

Selama dua pekan sebelum penyerangan, Novel memang merasa dirinya sedang dikuntit oleh orang-orag yang tak dikenal. Bahkan karena merasa tidak nyaman, Novel sampai mengambil rute jalan pulang yang berbeda dari biasanya dan mengaktifkan CCTV di rumahnya. Warga di sekitar tempat tinggal Novel Baswedan pun mengaku sering mendapati orang asing yang bersliweran di area tempat tinggal mereka.

Sayangnya, ketika penyerangan itu terjadi, CCTV tidak dapat merekamnya, yang terlihat hanyalah sebuah sepeda motor dengan orang yang berboncengan lewat depan rumah dari arah berlawanan setengah jam sebelum kejadian. Beberapa orang bahkan sempat memergoki si penguntit, menurut mereka para penguntit memiliki ciri tubuh tinggi kurus dan gemuk pendek. Mereka pun yakin bahwa kedua orang tersebutlah yang menyerang Novel Baswedan pada hari Selasa,  11 April 2017 lalu.

Continue reading: Penyerangan Terhadap Novel Baswedan